Home Terbaru BPJT Sebut Kendala Lahan Tol Trans Sumatera Didominasi Rawa Bertanah Lunak

BPJT Sebut Kendala Lahan Tol Trans Sumatera Didominasi Rawa Bertanah Lunak

Trading, Investasi, Terbaru January 11, 2022 3:06 am

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan lahan jalan tol di Sumatera didominasi dari rawa dengan pola tanah asli yg lunak. Hal itu pula yg menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor yg menggarap proyek tersebut.

Oleh karena itu, kata Danang, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menggunakan teknologi terkini untuk mendukung kegiatan konstruksi yg sesuai dengan karakteristik tanah di tempat pembangunannya.

Baca Juga :  Petani Dapat Penjaminan Kredit dari BUMN, Ini Manfaatnya

“Ini penting didukung dengan penerapan teknologi yg dapat membantu pelaksanaan konstruksi supaya berjalan mudah,” kata Danang, Senin, 10 Januari 2022.

Soal kondisi lahan proyek, menurut Danang, menjadi satu dari sejumlah hambatan di dalam membangun jalan tol. Selain kendala permukaan tanah, kondisi topografi yg sukar dijangkau serta dapat menghambat proses konstruksi.

Danang menyebutkan, Tol Palembang – Indralaya telah menerapkan teknologi vacuum consolidation method (VCM) yg merupakan terobosan baru di dalam konstruksi jalan tol di Indonesia. Teknologi VCM serta merupakan perangkat teknologi yg ramah lingkungan, serta mampu meminimalisir sumber daya dan juga serta penggunaan alat berat di lapangan.

Baca Juga :  Rogoh Rp 14 Triliun, Google Beli Gedung di London

Teknologi VCM ini bermanfaat di dalam mengurangi kadar air maupun udara di dalam tanah. Sebab, pembangunan jalan tol tersebut didominasi pengerjaan di atas tanah rawa dengan medan yg berat, sehingga memerlukan metode konstruksi khusus.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: