Home Terbaru Bukan Main… Kedok “Sumbangan Masjid” Digunakan oleh Rahmat Effendi yg Kena Ciduk...

Bukan Main… Kedok “Sumbangan Masjid” Digunakan oleh Rahmat Effendi yg Kena Ciduk KPK

Trading, Investasi, Terbaru January 7, 2022 3:11 am

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penerimaan sejumlah uang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berasal dari para pihak swasta memakai kode “Sumbangan Masjid” sebagaimana bentuk komitmen fee proyek pembebasan lahan di Kota Bekasi.

“Sebagai bentuk komitmen, tersangka RE (Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi) diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yg lahannya diganti rugi dari Pemerintah Kota Bekasi, diantaranya dengan menggunakan sebutan untuk ‘Sumbangan Masjid’,” ucap Pimpinan KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Hari Kamis (6/1/2022).

Firli mengatakan bahwa Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, mempercayakan kepada Jumhana Lutfi (JL) selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan juga serta Pertanahan Kota Bekas, menerima Rp 4 miliar berasal dari pihak swasta berinisial LBM.

Baca Juga :  [Saham] 3 saham yang menarik secara teknikal di awal tahun 2022

Kemudian, Rahmat Effendi, perintahkan Wahyudin (WY) selaku Camat Jati Sampurna menerima uang mencapai Rp 3 miliar berasal dari Makhfud Saifudin selaku Camat Rawalumbu, diduga sebagaimana perantara pihak swasta.

uang-uang itu kemudian dikumpulkan untuk disumbangkan ke masjid diduga milik keluarga Rahmat Effendi. Dengan dalih cuma menyumbangkan sebesar Rp 100 juta.

“Mengatasnamakan sumbangan ke salah satu masjid yg berada dibawah yayasan milik keluarga RE (Rahmat Effendi) sejumlah Rp 100 juta berasal dari Suryadi selaku Direktur PT. Kota Bintang Karyati,” ungkap Firli.

Kemudian, Rahmat Effendi serta diduga menerima suap di dalam jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi berasal dari beberapa pegawai.

Baca Juga :  [Saham] ❤ IPO PT Nusatama Berkah Tbk ( NTBK ) beli 1 saham free of designate 1 waran - hari pertama ARA auto sultan

Baca serta: Reaksi Wakil Wali Kota Bekasi Soal Rahmat Effendi yg Kena OTT KPK: yg Jelas Kami….

Di mana uangnya digunakan Rahmat Effendi untuk operasionalnya. Adapun sisa uang terkait jual beli jabatan mencapai Rp 600 juta.

“Sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yg diembannya di pemerintah Kota Bekasi tersisa uang sejumlah Rp 600 juta,” papar Firli.

Selain itu, Rahmat Effendi serta diduga turut menerima uang di dalam pengurusan proyek dan juga serta tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi.

“Diduga menerima sejumlah uang Rp 30 juta berasal dari AA (Ali Amril) melalui M. Bunyamin,” imbuhnya.

di dalam OTT Wali Kota Rahmat Effendi, KPK menyita barang bukti uang mencapai Rp 5 miliar lebih.

Baca Juga :  Sri Mulyani Bicara Kesetaraan Gender, Apa Pesannya?

“Seluruh bukti uang yg diamankan di dalam kegiatan tangkap ini sekitar Rp 3 miliar dan juga serta buku rekening bank dengan jumlah uang sekitar Rp 2 miliar,” ungkap Firli.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan juga serta keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di our Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yg terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan juga serta keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: