Home Terbaru BUMN Gelar Operasi Pasar Tambahan untuk Minyak Goreng

BUMN Gelar Operasi Pasar Tambahan untuk Minyak Goreng

Trading, Investasi, Terbaru January 9, 2022 3:16 am

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar operasi market tambahan untuk minyak goreng.

Operasi market yg dilakukan dari PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Hari Sabtu (8/1) tersebut disaksikan secara langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menyebut operasi market ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dengan target 1,2 juta liter minyak goreng.

“Sesuai yg telah diarahkan bapak presiden makanya Kementerian BUMN dan juga serta PTPN melakukan operasi market tambahan, yg di mana berasal dari target 1,2 juta liter kami serta akan kontribusi sebagian berasal dari itu, tapi produk mereknya berbeda nanti,” ungkap Erick.

Baca Juga :  Kostum Cosplay Made in Jombang Tembus Mancanegara

Erick menambahkan bahwa anak usaha Holding Perkebunan, PT Industri Nabati Lestari (INL), saat ini tengah mengembangkan produksi turunan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Erick menyampaikan kemasan sederhana INL ini baru dikembangkan saat harga minyak melambung pada Tahun lalu.

“kami pakai brand INL karena ini khusus brand ekonomis [value for money],” ungkap Erick.

Baca Juga :  [Saham] MOMENTUM ENTRY BUY SAHAM AGRO,UNVR !! ANALISA TEHNIKAL SAHAM PGAS, HRUM, SIDO, SMDR,BHIT,BABP.

Erick menyebut harga minyak INL sesuai dengan harapan pemerintah yaitu Rp14 ribu per liter, yg tersedia di dalam dua kemasan yaitu 450 ml dan juga serta 900 ml.

Erick menyebut BUMN mesti memanfaatkan momentum dengan mulai mengenalkan kemasan sederhana khusus untuk market tradisional dengan brand INL.

“Untuk sementara akan beredar wilayah Medan dan juga serta Sumut dulu,” ucap Erick.

Erick menyebut mulai Januari 2022, BUMN telah memiliki tiga produk minyak dengan segmentasi berbeda yaitu Nusakita 100 persen price index berasal dari market leader (bimoli), Salvaco (92-95 persen price index bimoli), dan juga serta kemasan sederhana INL 88 sampai 90 persen price index market leader/bimoli).

Baca Juga :  [Saham] Saham bigcaps banyak yang naik, January Stop kah ini

“Kapasitas mesin pengemas baru mulai kami investasi Tahun ini dan juga serta akan berkembang terus sampai 2023,” kata Erick.

(aor)

[Gambas:Video CNN]


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: