Home Terbaru Ekspor Batu Bara Dilarang, Menteri Bahlil Yakin Tak Pengaruhi Investasi

Ekspor Batu Bara Dilarang, Menteri Bahlil Yakin Tak Pengaruhi Investasi

Trading, Investasi, Terbaru January 8, 2022 3:06 am

TEMPO.CO, JakartaMenteri Investasi Bahlil Lahadalia meyakini larangan ekspor batu bara sejak 1-31 Januari 2022 tidak akan mempengaruhi minat investasi ke Tanah Air. “Enggak apa-apa. Enggak terdapat pengaruhnya kepada investasi,” ungkap Bahlil di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022.

Bahlil serta optimistis tidak terdapat stigma buruk berasal dari investor kepada Indonesia lantaran kebijakan tersebut. Menurut dia, persoalan krisis energi apabila tidak ditangani justru berdampak buruk untuk perekonomian di Tanah Air.

“Mana yg lebih buruk, kami menghentikan ekspor batu bara tapi listrik kami nyala atau kami ekspor tetapi listrik kami mati? menjadi di dalam situasi seperti ini nasionalismenya mesti keluar dong,” kata Bahlil.

Baca Juga :  Megawati Kini Diisukan Meninggal, PDIP akan Lapor Penegak Hukum

Ia pun menegaskan bahwa sejatinya ia ialah pihak yg pro investasi. Namun, ia tetap lebih mencintai negara ini . “Kalau enggak ditutup listrik kami mati. menjadi penuhi dulu DMO-nya,” kata dia.

DMO itu, menurut Bahlil, harusnya 25 persen berasal dari total produksi batu bara. Sehingga, apabila ekspor Indonesia lebih berasal dari 500 juta ton, maka kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri berkisar 1350140 juta ton.

“Masih sangat banyak perusahaan yg belum memenuhi kewajiban DMO-nya,” ungkap Bahlil. Nantinya, apabila kebutuhan di dalam negeri telah terpenuhi, Bahlil berujar bahwa keran ekspor pasti akan dibuka kembali.

Baca Juga :  FOTO: Geliat Perajin Barongsai dan Liong Jelang Imlek 2022

Untuk itu, Bahlil pun mengatakan setiap hari terus berkomunikasi dengan Menteri Energi dan juga serta Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif untuk mencari solusi persoalan itu. Ia berharap pasokan di dalam negeri dapat segera terpenuhi sehingga ekspor dapat dibuka kembali.

“Saya tahu sangat banyak negara yg menyampaikan surat supaya jangan sampai terjadi pelarangan ekspor karena sekarang kan musim dingin, apalagi krisis energi dunia. kami bertanggung jawab serta terhadap kepentingan dunia. Tapi kami minta percepatan untuk penuhi stok di dalam negeri, setelah itu kami ekspor,” kata Bahlil.

Baca Juga :  [Saham] Raffi Ahmad Bicara Saham hingga Tas Mewah Gigi Seharga Lamborghini

Seperti diketahui, sebelumnya PLN melaporkan bahwa terjadi defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap di Tanah Air. Lantaran kondisi tersebut, Kementerian ESDM pun memberlakukan larangan ekspor batu bara pada 1-31 Januari 2022.

Baca serta: Dubes Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara ke Jepang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan juga serta kabar pilihan berasal dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda penting meng-install Software Aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: