Home Terbaru Erick Thohir: RI Butuh 17,5 Juta Tenaga Kerja yg Melek Teknologi

Erick Thohir: RI Butuh 17,5 Juta Tenaga Kerja yg Melek Teknologi

Trading, Investasi, Terbaru January 10, 2022 3:16 am

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia membutuhkan 17,5 juta tenaga kerja, profesional, serta pengusaha muda yg mampu beradaptasi dengan teknologi pada 2035 mendatang.

“kami mesti memiliki skilled labor yg paham teknologi,” ungkap Erick saat menyampaikan pidato kunci di Universitas Sumatra Utara, Medan, dilansir Antara, Hari Minggu (9/1).

Menurut dia, digitalisasi saat ini baru sebatas jaringan internet dan juga serta wifi. Namun ke depan, infrastruktur digital kebutuhannya akan sangat penting.

Baca Juga :  [Saham] Sektor Saham yang Bakal Manggung di 2022

“Ini ialah backbone berasal dari kekuatannya. Apa yg namanya healthtech, fintech, edutech, mediatech, semua ke arah tersebut,” sambung dia.

Pertumbuhan ekonomi, sambung dia, tidak boleh cuma mengandalkan sumber daya alam (SDM). Tetapi serta penting diperkuat dengan knowledge based economy.

Selama ini, Indonesia dinilai masih terus berharap kepada SDA, yg mana sumber daya alam itu akan habis dan juga serta tidak dapat digunakan lagi.

Baca Juga :  Gegara Dana Asing Seret Masuk, Rupiah Melemah 0,77%

“Tantangan kami ke depan justru di knowledge based economy, di mana sekarang era manusianya yg menjadi pusat pertumbuhan, inovasi manusianya yg menjadi pusat pertumbuhan. Tidak dapat cuma mengandalkan market dan juga serta SDA,” terang Erick.

Erick mengatakan Apabila pada 2045 Indonesia masih menjadi bangsa yg konsumtif alih-alih produktif, maka cita-cita Indonesia Emas hanyalah mimpi.

Lebih lanjut, terkait isu kesehatan, Erick mengatakan, pandemi yg Indonesia hadapi saat ini bukan tidak mungkin dapat terulang kembali.

Baca Juga :  Ekspor Bauksit dan Logam Dibuka Paling Lama Sampai Juni 2023

Oleh karena itu, usaha penanganan pandemi mesti selalu diperhatikan dan juga serta dijadikan pelajaran, sehingga ke depan potensi pertumbuhan ekonomi terus ada.

“Ini bagian bagaimana menjaga prinsip-prinsip kami, karena saat Corona naik, maka ekonomi turun, saat terdapat pandemi baru yg kami tidak tahu apa, maka pasti akan berdampak pada kehidupan secara menyeluruh,” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/bir)


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: