Home Terbaru IHSG Tumbuh 1,8 Persen Pada Pekan Pertama Tahun 2022

IHSG Tumbuh 1,8 Persen Pada Pekan Pertama Tahun 2022

Trading, Investasi, Terbaru January 8, 2022 3:01 am

IHSG Tumbuh 1,8 Persen Pada Pekan Pertama Tahun 2022IHSG Tumbuh 1,8 Persen Pada Pekan Pertama Tahun 2022

Pasardana.id- Bursa Efek Indonesia(BEI) mengawali Tahun 2022 dengan catatan manis. Hal itu terlihat data transaksi Hari Minggu pertama Tahun 2022 dengan pertumbuhan dibandingkan Hari Minggu terakhir 2021.

Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono,  rata rata nilai transaksi harian bursa naik sebesar 31,12 persen menjadi Rp13,267 triliun berasal dari Rp10,118 triliun pada pekan sebelumnya.

”Peningkatan turut terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi Bursa selama sepekan, yaitu sebesar 4,78 persen menjadi 1.289.266 transaksi berasal dari 1.230.463 transaksi selama sepekan yg lalu,”papar Ia kepada media, Jumat(7/1/2022).

Baca Juga :  Anies Baswedan Naikkan UMP DKI 5,1 Persen, Arsjad Rasjid: Itu Urusan Kadin DKI

Kemudian, kapitalisasi market Bursa meningkat 2,16 persen menjadi Rp8.433,792 triliun berasal dari Rp8.255,624 triliun pada penutupan pekan lalu.

Pergerakan (IHSG) selama sepekan ditutup mengalami peningkatan sebesar 1,82 persen menjadi 6.701,316 berasal dari 6.581,482 pada pekan sebelumnya.

Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 14,13 persen menjadi 20,364 miliar saham berasal dari 23,715 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Bahkan, investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp944,72 miliar dan juga serta sepanjang Tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp2,191 triliun.

Baca Juga :  [Investasi] OJK Lakukan Pertemuan Tahunan, Jokowi Minta OJK Awasi Modus Investasi Bodong | Kabar Pasar tvOne
Disklaimer: Fusion Media would like to remind youre that a data contained inside this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) also Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, also so prices may not become accurate also may differ from a actual market price, meaning prices are indicative also not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses youre might incur as a result of using this data.

Baca Juga :  Anggaran Stunting Dipangkas Jadi Rp25 T Tahun Ini

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on a information including data, quotes, charts also buy/sell signals contained within this website. Please become fully informed regarding a risks also costs associated with trading a financial markets, it is one of a riskiest investment forms possible.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: