Home Terbaru Jenderal Kudeta Myanmar Bikin Gejolak, Pecat Kepala Staf Angkatan Udara Elite karena…

Jenderal Kudeta Myanmar Bikin Gejolak, Pecat Kepala Staf Angkatan Udara Elite karena…

Trading, Investasi, Terbaru January 14, 2022 3:11 am

Jenderal kudeta Myanmar Min Aung Hlaing telah memecat kepala staf angkatan udara, menurut media lokal dan juga serta empat sumber yg dekat dengan junta militer. Itu terjadi di tengah kampanye pengeboman.

Sumber tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Maung Maung Kyaw yg berusia 57 Tahun, seorang jenderal berasal dari latar belakang militer elit dan juga serta salah satu tokoh paling senior di junta, telah digulingkan berasal dari jabatan yg dipegangnya sejak 2018.

Baca serta: Brunei Tegas ke Myanmar, Kamboja Beda: Tidak Paksakan Temui Aung San Suu Kyi

Baca Juga :  Layani Penerbangan Umrah Perdana, Lion Air Angkut 414 Jemaah

Dua sumber mengatakan Ia digantikan pada Hari Senin (10/1/2022) dari Htun Aung, yg telah menjadi kepala staf angkatan udara.

Tidak terdapat pengumuman publik bahwa Maung Maung Kyaw telah dicopot dan juga serta Reuters tidak dapat menjelaskan mengapa pemimpin junta Min Aung Hlaing mencopotnya.

Juru bicara militer Zaw Min Tun tidak menanggapi permintaan komentar apakah Maung Maung Kyaw telah dicopot. Juru bicara itu dikutip dari outlet kabar lokal Eleven Media mengatakan Maung Maung Kyaw telah mengakhiri dinasnya setelah masa jabatan empat Tahun.

Baca Juga :  Beli Tanah Virtual

Reuters tidak dapat menghubungi Maung Maung Kyaw secara langsung, dan juga serta permintaan komentar melalui militer tidak mendapat tanggapan.

Sejak kudeta pada 1 Februari Tahun lalu di mana pemerintah terpilih digulingkan, dan juga serta selama protes setelah kudeta, angkatan udara telah digunakan untuk mengangkut pasukan di sekitar Myanmar untuk memadamkan oposisi.

Saksi mata mengatakan angkatan udara serta telah digunakan untuk serangan bom yg telah menewaskan warga sipil. Junta belum mengomentari tuduhan tersebut. Dikatakan tidak menargetkan warga sipil, cuma “teroris”.

Junta, yg telah memenjarakan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan juga serta sebagian besar sekutunya, menyebut pasukan oposisi yg setia kepada pemerintah yg digulingkannya sebagaimana “teroris”.

Baca Juga :  Futures gas alam lebih rendah pada masa dagang AS

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, sebuah kelompok hak asasi manusia, mengatakan lebih berasal dari 1.400 orang telah tewas di dalam kekerasan sejak kudeta, termasuk mereka yg tewas di dalam serangan bom. Junta membantah jumlah korban yg dilaporkan.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan juga serta keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di our Academy. Daftar di sini.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: