Home Terbaru Kacau! Korea Utara Diduga ‘Curi’ Kripto Rp 5,7 T Selama 2021

Kacau! Korea Utara Diduga ‘Curi’ Kripto Rp 5,7 T Selama 2021

Trading, Investasi, Terbaru January 16, 2022 3:21 am

Jakarta

Perusahaan analisis blockchain Chainalysis mengungkap Korea Utara telah mencuri kripto senilai US$ 400 juta atau setara Rp 5,7 triliun (kurs Rp 14.300) selama 2021. Itu dilakukan dengan setidaknya 7 kali serangan siber kepada platform cryptocurrency.

“Dari Tahun 2020 sampai 2021, jumlah peretasan yg terkait dengan Korea Utara melonjak berasal dari empat menjadi tujuh, dan juga serta nilai yg diekstraksi berasal dari peretasan ini tumbuh sebesar 40%,” kata laporan itu, dikutip berasal dari South China Morning Post, Hari Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga :  Sandiaga ke Kantor Luhut, Bahas Travel Bubble sampai Holding BUMN Pariwisata

“Begitu Korea Utara mendapatkan dana tersebut, mereka memulai proses pencucian yg hati-hati untuk menutupi dan juga serta menguangkannya,” tambah laporan itu.

Panel ahli PBB yg memantau sanksi terhadap Korea Utara, menduga dana tersebut digunakan Korut untuk mendukung program nuklir dan juga serta rudal. Korea Utara pun tidak menanggapi pertanyaan media, tetapi sebelumnya telah merilis pernyataan yg menyangkal tuduhan peretasan.

Baca Juga :  [Saham] DAGING SEMUA! BELAJAR MINDSET PRINSIP2 TRADING SAHAM ALA OM BEN CEO KOMUNITAS PENCARI CUAN

Isu soal peretas berasal dari Korea Utara ini telah terdapat sejak lama. Tahun lalu Amerika Serikat (AS) mendakwa tiga pemrogram Korea Utara yg bekerja untuk dinas intelijen AS. Peretas itu sukses mencuri US$1,3 miliar uang dan juga serta cryptocurrency selama bertahun-Tahun.

Para peretas tersebut disebut menggunakan umpan phishing, eksploitasi kode, malware, dan juga serta rekayasa sosial tingkat lanjut untuk menyedot dana.

Baca Juga :  Jual Minyak Goreng di Atas Rp14 Ribu Bakal Kena Sanksi Cabut Izin

(fdl/fdl)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: