Home Terbaru Konfirmasi Omicron menjadi 318 Orang, Vaksinasi Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

Konfirmasi Omicron menjadi 318 Orang, Vaksinasi Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

Trading, Investasi, Terbaru January 10, 2022 3:01 am

Konfirmasi Omicron Jadi 318 Orang, Vaksinasi mesti Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat© Reuters Konfirmasi Omicron menjadi 318 Orang, Vaksinasi mesti Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

Kasus konfirmasi Omicron kembali bertambah. Pada Hari Jumat (7/1) pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang.

Kebanyakan orang terinfeksi Omicron ialah mereka yg telah divaksinasi lengkap dan juga serta tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan Karena Corona.

Namun usaha vaksinasi saja tidak cukup, mesti dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman berasal dari tertular maupun menularkan Corona kepada orang yg lain.

Baca serta: Ngeri! Mending pada Prokes Deh… Ancaman Omicron Nyata! Segini Jumlahnya di Wisma Atlet

Penambahan 57 orang itu terdiri berasal dari 7 orang transmisi lokal dan juga serta 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Secara keseluruhan berasal dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 sampai Hari Jumat (7/1/2022) kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan juga serta kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Baca Juga :  PTBA soal Larangan Ekspor Batu Bara: Tak Berdampak Material

Secara kumulatif kasus paling sangat banyak berasal berasal dari Turki dan juga serta Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron ialah mereka yg telah lengkap vaksinasi Corona.

Sebanyak 99% kasus Omicron yg diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi dari pelaku perjalanan luar negeri dan juga serta berasal berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan juga serta Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.

Juru Bicara Vaksinasi Corona Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan juga serta gejala ringan, contoh penambahan obat molnupiravir dan juga serta paxlovid untuk gejala ringan.

“Selain itu, penting penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan juga serta aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit,” katanya di Jakarta, Hari Sabtu (8/1).

Kemenkes serta merekomendasikan asesmen kebutuhan konsentrator oksigen atau isotank di daerah dengan peningkatan kasus perawatan seperti Jakarta, Jawa Barat, dan juga serta Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Akhirnya Ketahuan Juga! Nggak Nyangka, Ini Toh yang Bikin Denny Siregar 'Licin' Ditangkap Polisi

Baca serta: Ridwan Kamil Pastikan Belum terdapat Transmisi Lokal Omicron

Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan juga serta tanpa gejala. Gejala paling sangat banyak ialah batuk dan juga serta pilek. 

Omicron memiliki tingkat penularan yg jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih berasal dari 110 negara dan juga serta diperkirakan akan terus meluas. Di level nasional, pergerakan Omicron serta terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru Corona dan juga serta segera melaporkan dan juga serta berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

Kewaspadaan individu serta mesti terus ditingkatkan untuk menghindari potensi penularan Omicron. Protokol kesehatan 5M dan juga serta vaksinasi mesti berjalan beriringan sebagaimana kunci untuk melindungi diri dan juga serta orang sekitar berasal dari penularan Omicron.

Baca Juga :  Kemenhub Mulai Bangun Rel KA Layang Terpanjang di RI
Disklaimer: Fusion Media would like to remind youre that a data contained inside this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) also Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, also so prices may not become accurate also may differ from a actual market price, meaning prices are indicative also not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses youre might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on a information including data, quotes, charts also buy/sell signals contained within this website. Please become fully informed regarding a risks also costs associated with trading a financial markets, it is one of a riskiest investment forms possible.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: