Home Terbaru Pemkab Gunung Kidul Targetkan PAD Sektor Pariwisata 2022 Rp 27 Miliar

Pemkab Gunung Kidul Targetkan PAD Sektor Pariwisata 2022 Rp 27 Miliar

Trading, Investasi, Terbaru January 10, 2022 3:06 am

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan pendapatan asli daerah berasal dari sektor pariwisata pada 2022 sebesar Rp 27 miliar atau naik Rp 15 miliar dibanding 2021 sebesar Rp 12 miliar.

“Kami mesti bekerja keras untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Rp 27 miliar ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Muhammad Arif Aldian di Gunung Kidul, Minggu, 9 Januari 2022.

Ia mengatakan untuk mencapai target Rp 27 miliar penting kerja keras seluruh jajaran dispar dan juga semua pihak yg terlibat di dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Gunung Kidul. Selain itu, perkembangan Corona serta sangat mempengaruhi capaian target tersebut.

Baca Juga :  [Saham] Management Resiko Saat Membeli Saham

“Sekarang ini belum terdapat kepastian terkait dengan pandemi Corona. Semua serta tergantung dengan situasi penyebaran Corona. apabila terdapat penutupan lagi, maka akan berpengaruh terhadap pendapatan yg masuk. Tapi kami berharap semua normal sehingga pencapaian target dapat lebih optimal,” katanya.

Namun demikian, kata Arif, Dispar Gunung Kidul telah mempersiapkan sejumlah kegiatan untuk mendukung di dalam usaha pencapaian target Pendapatan Asli Daerah. Salah usaha dengan memaksimalkan potensi yg dimiliki di setiap destinasi. Hal ini didukung dengan usaha pemasaran sehingga keberadaan destinasi di Gunung Kidul dapat lebih dikenal masyarakat secara luas.

Baca Juga :  Cek Jalan Tol Trans Sumatera, Basuki Minta Perbaikan Kelar April

Selain itu, terdapat serta usaha pembinaan pegawai supaya potensi kerawanan seperti kebocoran retribusi serta dapat ditekan. “Berbagai usaha akan kami lakukan supaya target dapat terpenuhi di akhir Tahun nanti,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gunung Kidul Eko Ruswanto mengatakan peningkatan ini bukan tanpa alasan karena telah melalui kajian yg matang, sehingga potensi berasal dari PAD pariwisata dapat dioptimalkan.

“Salah satu mencapai target ini dengan memaksimalkan fungsi pengawasan supaya kebocoran retribusi masuk pariwisata dapat dicegah. Kemudian, fenomena kedatangan wisatawan di tengah malam mesti benar-benar diantisipasi supaya pendapatan yg diperoleh dapat optimal,” katanya.

Baca Juga :  Gegara Dana Asing Seret Masuk, Rupiah Melemah 0,77%

Baca serta: Yogyakarta Setop Operasional Wahana pariwisata Baru Ngopi inside a Sky

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan juga serta kabar pilihan berasal dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda penting meng-install Software Aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: