Home Terbaru PTBA soal Larangan Ekspor Batu Bara: Tak Berdampak Material

PTBA soal Larangan Ekspor Batu Bara: Tak Berdampak Material

Trading, Investasi, Terbaru January 6, 2022 2:50 am

Jakarta, CNN Indonesia

PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA angkat suara soal larangan ekspor batu bara di sepanjang bulan ini. Menurut manajemen, tidak akan berdampak secara material, bagus operasional maupun kelangsungan usaha yg akan dihadapi perusahaan berasal dari kebijakan baru pemerintah tersebut.

“Terhadap larangan ekspor batu bara sebagaimana tertuang di dalam Surat Dirjen Minerba No. B-1605/2021 tersebut pada dasarnya tidak berdampak secara material terhadap operasional, permasalahan hukum, dan juga serta kelangsungan usaha perseroan atau entitas anak perseroan,” tutur Corporate Secretary PTBA Apollonius Andwie lewat keterbukaan info Bursa Efek Indonesia (BEI), Hari Rabu (5/1).

Baca Juga :  JPO Penghubung Stasiun LRT Bekasi Barat Tengah Dibangun

Namun, ia mengakui bahwa pihaknya masih meninjau kembali dampaknya terhadap keuangan perusahaan, di dalam hal ini pendapatan usaha.

Larangan ekspor batu bara tidak mempengaruhi kinerja perusahaan karena entitas anak perusahaan telah memiliki komitmen jangka panjang untuk memasok batu bara kepada perusahaan listrik negara, di dalam hal ini PT PLN (Persero).

“PT Internasional Prima Coal telah memiliki komitmen perjanjian jangka panjang untuk memasok batu bara kepada PLTU milik PT PLN Grup dan juga serta beberapa IPP,” imbuh dia.

Baca Juga :  Gempar Erupsi Gunung Bawah Laut Tonga yang Timbulkan Tsunami, Perdana Menteri Bawa Kabar Buruk

Terkait potensi wanprestasi, perseroan menyebut tidak terdapat masalah yg akan terjadi. Pasalnya, di dalam kontrak kerja dengan pembeli batu bara telah menuliskan kondisi kahar atau darurat yg membebaskan perusahaan berasal dari kewajiban kepada pembeli.

“Mengingat larangan yg tertuang pada Surat Dirjen Minerba No. B-1605/2021 ialah merupakan keadaan kahar, maka perseroan meyakini tidak terdapat wanprestasi yg timbul atas perjanjian-perjanjian antara perseroan dan juga/atau entitas anak dengan pihak pembeli,” ungkapnya.

Ke depan, perusahaan dengan kode emiten PTBA tersebut akan melakukan penjajakan dengan pemerintah untuk melakukan diskusi lebih lanjut terkait kebijakan larangan ekspor batu bara.

Baca Juga :  Pendapatan Q4 & Laba Per Saham Citigroup melampaui harapan

PTBA menggandeng Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) dan juga serta Kamar Dagang Indonesia untuk berdiskusi dengan pemerintah supaya dapat memberikan asas keadilan di dalam kebijakannya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan juga serta Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang perusahaan batu bara untuk melakukan ekspor mulai 1 Januari sampai 31 Januari 2022. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan batu bara di dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) khususnya untuk PLN.

[Gambas:Video CNN]

(fry/bir)


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: