Home Terbaru Reformasi Struktural menjadi Fokus Kebijakan Fiskal Pemerintah di 2022

Reformasi Struktural menjadi Fokus Kebijakan Fiskal Pemerintah di 2022

Trading, Investasi, Terbaru January 13, 2022 3:16 am

Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan fokus kebijakan fiskal pemerintah pada 2022 ialah pada pemulihan ekonomi dan juga reformasi struktural.

“Arah kebijakan fiskal 2022 tentunya pemulihan ekonomi nomor satu, dan juga serta terus kami dorong reformasi struktural. Sektor kesehatan tetap menjadi kolom pertama,” katanya di dalam acara ‘Dinamika Ekonomi Terkini dan juga serta Strategi Kebijakan Fiskal’, Hari Rabu (12/1).

Demi mewujudkan fokus itu, ia mengatakan kebijakan fiskal akan diarahkan pada beberapa sasaran penting. Pertama, percepatan penganan Corona dengan penguatan sektor kesehatan sebagaimana kunci pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  Kemenperin Kebut SNI Minyak Goreng yang Ikut Program Rp14 Ribu

Pada fokus ini, pemerintah akan menggencarkan vaksinasi, protokol kesehatan, penyediaan fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit darurat, tenaga kesehatan dan juga serta serta obat-obatan.

Kedua, menjaga ketahanan, kelangsungan dan juga mempercepat pemulihan ekonomi melalui program perlindungan sosial (perlinsos), dukungan kepada dunia usaha dan juga serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memberikan program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, kartu pra kerja, bantuan langsung tunai (BLT) yg bersumber berasal dari Dana Desa (DD), subsidi bunga KUR, dan juga serta insentif dunia usaha.

Baca Juga :  PSI Emang Paling Jago Soal "Nyenggol" Anies Baswedan, dari Banjir Sampai Macet Dikuliti Habis!

Ketiga, menjaga momentum reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing dan juga serta kapasitas produksi melalui sumber daya manusia yg unggul dan juga serta berintegritas, sistem kesehatan yg handal, perlinsos yg adaptif dan juga serta infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.

[Gambas:Video CNN]

Keempat, mereformasi fiskal supaya lebih komprehensif dengan melakukan reformasi perpajakan, menggunakan belanja negara yg lebih bagus (zero based budgeting), cadangan untuk antisipasi ketidakpastian, inovasi pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Sovereign Wealth Funds (SWF), Special Mission Vehicle (SMV), dan juga serta pengendalian utang.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng dan Telur Ayam Masih 'Selangit' di Palembang

Kelima, menjaga pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan juga serta Belanja Negara (APBN) 2022 tetap berjalan optimal sebagaimana fondasi konsolidasi fiskal di Tahun 2023 yaitu dengan reformasi struktural yg mesti optimal, reformasi fiskal mesti sukses, dan juga serta menjadi komitmen dengan di seluruh kementerian/lembaga.

(mrh/agt)


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: