Home Terbaru Seramnya Omongan Gatot Nurmantyo, Ungkap Adanya Konspirasi Oligarki, Ngeri!

Seramnya Omongan Gatot Nurmantyo, Ungkap Adanya Konspirasi Oligarki, Ngeri!

Trading, Investasi, Terbaru January 14, 2022 3:11 am

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku gugatan ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) dari pihaknya bukan merupakan masalah personal demi keuntungan pribadi.

Ia menyebut permohonan ini bukan masalah personal dirinya, tapi untuk kepentingan rakyat Indonesia keseluruhan.

Baca serta: Prabowo Sempat Bertemu SBY, Gerindra Bilang Bukan Cuman Basa-Basi

“Karena rakyat berhak mendapatkan pemimpin terbaik yg betul-betul berasal berasal dari aspirasi bawah, tidak ditentukan segelintir orang,” kata Gatot.

Menurutnya, dengan penghapusan presidential threshold, demokrasi Indonesia akan menjadi lebih bagus karena tidak terdapat batasan di dalam pencalonan presiden dan juga serta wakil presiden.

Dia serta menilai selama ini sistem demokrasi yg dianut Indonesia tidak sehat karena dimiliki partai politik penguasa pemenang pemilu.

Baca Juga :  Mendag Imbau Warga Tak Panic Buying Sambut Minyak Goreng Rp14 Ribu

“Saya menilai bahwa presidential threshold 20 persen ialah konspirasi jahat berasal dari para oligarki untuk membajak ketentuan konstitusional terutama di dalam prinsip pemilihan presiden, yg kami tahu bahwa pilpres terakhir cuma terdapat 2 calon,” kata Gatot.

“Saya lihat itu ialah oligarki untuk menghilangkan persaingan dan juga serta cuma menentukan dua calon saja yg kebetulan cuma itu-itu saja yg bertanding di pilpres 2014 dan juga serta 2019,” sambungnya.

Presidential threshold serta dinilai menghapus kemewahan yg dimiliki rakyat Indonesia untuk bebas memilih pemimpin yg diinginkan. Padahal menurut Gatot, rakyat memiliki hak untuk memilih presiden dan juga serta wakil presiden di luar kandidat yg dicalonkan di dalam pemilu.

Baca Juga :  Produsen Kereta Prancis Bakal Rekrut 7.500 Karyawan Baru Tahun Ini

“Prinsip pemilihan langsung ialah untuk memberikan kemewahan kepada rakyat di dalam hal ini rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin,” ucapnya.

Sebagai informasi, sejumlah tokoh politik meminta penghapusan presidential threshold lewat uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca serta: Ditanya Kemungkinan Maju Pilpres 2024, Siapa Sangka Begini Jawaban Amien Rais

Selain Gatot, beberapa tokoh yg mengajukan gugatan uji materi ini di antaranya Wakil Pimpinan Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, Anggota DPD Bustami Zainudin, dan juga serta Pimpinan Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi.

Mereka sama-sama meminta aturan di Pasal 222 UU Pemilu tersebut dihapus berasal dari sistem kepemiluan Indonesia.

Pasal tersebut mengatur pencalonan presiden dan juga serta wakil presiden dilakukan dari partai politik atau gabungan partai politik. Capres dan juga serta cawapres dapat diusung asalkan parpol atau gabungan parpol mempunyai total suara sah nasional 25 persen atau jumlah kursi di DPR sebanyak 20 persen. 

Baca Juga :  [Saham] 5 Saham Milik Lo Kheng Hong Total Hampir Rp 1 Triliun

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan juga serta keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di our Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Fajar.co.id Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yg terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan juga serta keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: