Home Terbaru Tekan Harga, Anak Usaha PTPN Produksi Minyak Goreng Rp 14.000/Liter

Tekan Harga, Anak Usaha PTPN Produksi Minyak Goreng Rp 14.000/Liter

Trading, Investasi, Terbaru January 9, 2022 3:21 am

Jakarta

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau operasi pasar minyak goreng di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Hari Sabtu (8/1/2022). Erick menjelaskan operasi market ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yg menargetkan 1,2 miliar liter minyak goreng.

“Sesuai yg telah diarahkan bapak presiden makanya Kementerian BUMN dan juga serta PTPN melakukan operasi market tambahan yg di mana berasal dari target 1,2 miliar liter kami serta akan kontribusi sebagian berasal dari itu, tapi produk mereknya berbeda nanti,” ungkap Erick di dalam keterangan tertulis, Hari Sabtu (8//1/2022).

Baca Juga :  Menteri PUPR Bicara Soal Penyediaan Anggaran Ibu Kota Negara dan Investasi Asing

Menurut Erick anak usaha Holding Perkebunan, PT Industri Nabati Lestari (INL) tengah mengembangkan produksi turunan CPO. Erick menyampaikan kemasan sederhana INL ini baru dikembangkan saat harga minyak melambung Tahun lalu.

“kami pakai brand INL karena ini khusus brand ekonomis (value for money),” terang Erick.

Harga minyak INL sesuai harapan pemerintah yaitu Rp 14.000 per liter yg tersedia di dalam dua kemasan yaitu 450 ml dan juga serta 900 ml. Erick menyebut BUMN mesti memanfaatkan momentum dengan mulai mengenalkan kemasan sederhana khusus untuk market tradisional dengan brand INL.

Baca Juga :  Soal Hilirisasi, Erick Thohir Emoh SDA RI Jadi Bahan Pertumbuhan Negara Lain

“Untuk sementara akan beredar wilayah Medan dan juga serta Sumut dulu,” ucap Erick.

Erick menambahkan mulai Januari 2022, BUMN telah memiliki tiga produk minyak goreng dengan segmentasi berbeda yaitu Nusakita 100 persen price index berasal dari market leader (bimoli), Salvaco (92-95 persen price index bimoli), dan juga serta kemasan sederhana INL 88 sampai 90 persen price index market leader /Bimoli).

Baca Juga :  Jaksa Agung Buka-Bukaan Soal Isi Pembicaraannya Saat Bertemu Panglima TNI, Ternyata Membahas...

“Kapasitas mesin pengemas baru mulai kami investasi Tahun ini dan juga serta akan berkembang terus sampai 2023,” tutur Erick.

(hns/hns)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: