Home Terbaru Virgin Australia Pangkas Kapasitas Penumpang 25 Persen Gegara Corona

Virgin Australia Pangkas Kapasitas Penumpang 25 Persen Gegara Corona

Trading, Investasi, Terbaru January 11, 2022 3:16 am

Jakarta, CNN Indonesia

Maskapai penerbangan Virgin Australia akan memangkas kapasitas penumpang sebesar 25 persen pada Januari sampai Februari 2022. Keputusan dikeluarkan karena kasus Corona semakin melonjak di negara tersebut.

Mengutip Reuters, Hari Senin (10/1), Chief Executive Virgin Australia Jayne HRdlicka mengatakan pihaknya serta akan mengurangi sejumlah frekuensi penerbangan dan juga serta menangguhkan 10 rute untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Menhub Minta Satu Trayek Tol Laut Dipangkas Jadi 10 Hari

HRdlicka mengatakan lonjakan kasus Corona di Australia telah mempengaruhi kepercayaan pelanggan. Selain itu, perusahaan serta meminta sejumlah staf untuk isolasi di tengah kenaikan kasus Corona.

“Virgin Australia tetap fokus pada pertumbuhan jaringan dan juga serta jangkauan konsumen dan juga serta akan melanjutkan layanan segera setelah permintaan perjalanan meningkat,” ungkap HRdlicka.

Baca Juga :  [Saham] Analisa Saham Hari Ini BBNI NATO BOGA BBYB MLPL BRMS MPPA BUKA 28 Januari - 31 Januari 2022 Fragment 1

Sebelumnya, maskapai berencana menambah tujuh pesawat Boeing Co (BA.N) 737 NG. Penambahan itu akan mengembalikan jumlah pesawat perusahaan ke tingkat sebelum pandemi.

Penambahan dilakukan demi memperoleh sepertiga pangsa market perjalanan domestik Australia.

Sementara, pemerintah Australia mengumumkan total kasus Corona tembus 1 juta. Kenaikan khususnya terjadi seminggu terakhir, saat varian omicron melanda sebagian besar negara.

Sebagai informasi, mengutip AFP, kasus positif Corona tercatat mencapai 300 juta di seluruh dunia pada Hari Jumat (7/1). Kenaikan kasus utamanya disebabkan varian omicron.

Baca Juga :  BUMI Siap Himpun Dana Lewat Private Placement

di dalam tujuh hari terakhir, terdapat 34 negara yg melaporkan kasus mingguan tertinggi sejak pandemi. Tak terkecuali 18 negara di Eropa dan juga serta 7 negara di Afrika.

[Gambas:Video CNN]

(tdh/aud)


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video terbaru berikut ini: